Rabu, 31 Maret 2010

KETERAMPILAN MEMIMPIN DISKUSI KELOMPOK KECIL




Diskusi kelompok kecil adalah proses yang melibatkan kelompok-kelompok kecil dalam interaksi tatap muka secara informal dengan tujuan berbagi pengalaman atau informasi, memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Diskusi kelompok merupakan salah satu strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep, ini dapat meningkatkan kreativitas siswa, membina kemampuan berinteraksi, serta keterampilan berbahasa.
Syarat-syarat diskusi kelompok:
1. Melibatkan kelompok antara 3-9 orang
2. Berlangsung dalam interaksi tatap muka secara informal
3. Mempunyai tujuan yang akan dicapai melalui kerjasama antar anggota kelompok
4. Berlangsung menuju proses yang sistematis menuju suatu kesimpulan

Dalam keterampilan membimbing diskusi peran utama guru adalah sebagai :
1. Sebagai Koordinator belajar                    5. Fasilitator
2. Perencana Tugas bersama                       6. Katalisator
3. Pemandu aktivitas siswa                          7. Nara sumber
4. Penilai kemajuan kelompok

Keuntungan diskusi kelompok bagi siswa yaitu:
1. Siswa dapat berbagi informasi dalam menjelajahi gagasan baru atau memecahkan suatu masalah
2. Menngkatkan pemahaman terhadap masalah-masalah penting
3. Mengembangkan kemampuan untuk berfikir dan berkomunikasi
4. Meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
5. Terbina semangat kerjasama yang sehat serta kelompok yang kohesif dan bertanggung jawab.
Hal-hal yang perlu diperhatikan guru untuk menjadi pemimpin diskusi kelompok, antara lain:
a. Diskusi berlangsung dalam iklim terbuka, antusias, menghargai pendapat,bebas berekspresi.
b. Memiliki perencanaan dan persiapan yang matang sebagai berikut:
    1. Pemilihan topic diskusi yang sesuai tujuan, minat, dan kemampuan siswa.
    2. Perencanaan dan penyiapan informasi perdahuluan yang berhubungan dengan topic.
    3. Persiapan diri sebagai pemimpin diskusi dimana ia sebagai motivator,nara sumber,dan paham kesulitan              siswa.
    4. Penetapan besar kelompok, efektifnya sekitar 5-9 orang.
    5. Pengaturan tempat dudk agar siswa dapat bertatap muka sehingga memupuk iklim persahabatan.
c. Kekuatan diskusi yang dapat dimanfaatkan, antara lain:
    1. Kelompok memiliki buah fikiranyang kaya sehingga menghasilkan keputusan yang baik.
    2. Dapat saling memotivasi anggota kelompok.
    3. Dalam kelompok kecil siswa pemalu dapat lebih bebas mengemukakan pendapat.
    4. Anggota kelompok lebih merasa terikat dapat pengambilan keputusan.
    5. Diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri dan orang lain.
d. Kelemahan diskusi kelompok, antara lain:
    1. Diskusi kelompok memerlukan waktu yang lebih banyak daripada cara belajar yang biasa.
    2. Dapat memboroskan waktu jika pengarahan kurang tepat, pembicaraan berlarut-larut, penampilan yang            kurang baik.
    3. Anggota kelompok yang kurang agresif (pendiam, pemalu) sering tidak mendapat kesempatan untuk                 mengemukakan ide-idenya sehingga menyebabkan terjadinya sikap menarik diri.
    4. Adakalanya diskusi didominasi oleh orang-orang tertentu.

Komponen-komponen Ketrampilan Diskusi Kelompok
Ada enam ketrampilan yang harus dimiliki Guru sebagai pemimpn diskusi, yaitu:
1. Memusatkan perhatian
    Ada beberapa cara pemusatan perhatian seperti :
    - Merumuskan tujuan pada awal diskusi
    - Menyatakan masalah-masalah khusus
    - Menandai dengan cermat perubahan yang menyimpang sehingga dapat mengarahkan kembali pada topic.
    - Merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu.
2. Memperjelas masalah
3. Menganalisis pandangan siswa
4. Meningkatkan kemampuan siswa

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti member pertanyaan menantang dan membuat perbedaan pendapat, memberi contoh verbal dan non-verbal, member motivasi dan dukungan pada setiap pendapat siswa.
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Terkadang terjadi monopoli pendapat oleh beberapa siswa jadi guru dapat member kesempatan bagi siswa yang jarang berpendapat untuk angkat bicara dan memanage agar monopoli pendapat tidak berlanjut.
6. Menutup diskusi
Keterampilan ini menuntut pemimpin untuk membuat rangkuman hasil diskusi, member bayangan tindak lanjut diskusi, serta mengajak siswa menilai prose diskusi yang telah dilakukan.
Keterampilan diatas dapat dikuasai dengan baik jika kita dapat menghindari hal-hal berikut:
a. Menyelenggarakan diskusi dengan topic yang tidak sesuai dengan minat dan latar belakang siswa.
b. Mendominasi diskusi, antara lain dengan pertanyaan yang terlampau banyak dan menyediakan jawaban yang banyak juga.
c. Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi.
d. Membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dengan pembicaraan yang tidak relevan.
e. Tergesa-gesa meminta respon siswa atau mengisi waktu dengan berbicara terus sehingga siswa tidak sempat berpikir.
f. Membiarkan siswa yang enggan berkomentar
g. Tidak memperjelas atau mendukung pendapat siswa.
h. Gagal mengakhiri diskusi dengan efektif.

Avatar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kOMET ITU PENTIN